source: www.kompasiana.com
Rabu, 18 November 2015
rujak sayur asin surabaya
Selasa, 17 November 2015
Rujak Cingur Surabaya
Rujak cingur adalah salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di daerah Jawa Timur, terutama daerah asalnya Surabaya. Dalam bahasa Jawa kata cingur berarti "mulut", hal ini merujuk pada bahan irisan mulut atau moncong sapi yang direbus dan dicampurkan ke dalam hidangan. Rujak cingur biasanya terdiri dari irisan beberapa jenis buah seperti timun, kerahi (krai, yaitu sejenis timun khas Jawa Timur), bengkuang, mangga muda,nanas, kedondong, kemudian ditambah lontong, tahu, tempe, bendoyo, cingur, serta sayuran seperti kecambah/taoge, kangkung, dan kacang panjang. Semua bahan tadi dicampur dengan saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, air matang untuk sedikit mengencerkan, gula/gula merah, cabai, kacang tanahyang digoreng, bawang goreng, garam, dan irisan tipis pisang biji hijau yang masih muda (pisang klutuk). Semua saus/bumbu dicampur dengan cara diulek, itu sebabnya rujak cingur juga sering disebut rujak ulek.
Dalam penyajiannya rujak cingur dibedakan menjadi dua macam, yaitu penyajian 'biasa' dan 'matengan' (menyebut huruf e dalam kata matengan seperti menyebut huruf e dalam kata: seperti/menyebut/bendoyo). Penyajian 'biasa' atau umumnya, berupa semua bahan yang telah disebutkan di atas, sedangkan 'matengan' (matang, Jawa) hanya terdiri dari bahan-bahan matang saja; lontong, tahu goreng, tempe goreng, bendoyo (kerahi yang digodok) dan sayur (kangkung, kacang panjang, taoge) yang telah digodok. Tanpa ada bahan 'mentah'nya yaitu buah-buahan, karena pada dasarnya ada orang yang tidak menyukai buah-buahan. Keduanya memakai saus/bumbu yang sama.
Makanan ini disebut rujak cingur karena bumbu olahan yang digunakan adalah petis udang dan irisan cingur. Hal ini yang membedakan dengan makanan rujak pada umumnya yang biasanya tanpa menggunakan bahan cingur tersebut. Rujak cingur biasa disajikan dengan tambahan kerupuk, dan dengan alaspincuk (daun pisang) atau piring.
source: www.wikipedia.com
Senin, 16 November 2015
Es Sinom yang menyegarkan
siapa yang ga kenal minuman yang segar ini hehehe...
Es Sinom
Minuman ini sebenarnya adalah jamu tradisional yang biasanya banyak dijual di toko obat. Namun jamu yang satu ini sangat berbeda, karena rasanya sama sekali tidak pahit dan sangat enak. Selain membuat segar, es sinom juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti melancarkan BAB, melancarkan peredaran darah serta mampu mencegah rambut rontok. Dan untuk wanita, es sinom ini bisa meredakan rasa nyeri haid dan membuat kulit menjadi lebih bersih. Nah,, silakan mencoba minuman sehat dan menyegarkan ini yaa..
Minuman ini sebenarnya adalah jamu tradisional yang biasanya banyak dijual di toko obat. Namun jamu yang satu ini sangat berbeda, karena rasanya sama sekali tidak pahit dan sangat enak. Selain membuat segar, es sinom juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti melancarkan BAB, melancarkan peredaran darah serta mampu mencegah rambut rontok. Dan untuk wanita, es sinom ini bisa meredakan rasa nyeri haid dan membuat kulit menjadi lebih bersih. Nah,, silakan mencoba minuman sehat dan menyegarkan ini yaa..
source: www.kebudayaanindonesia.com
lontong balap khas suroboyo
iki maneh,panganan khas suroboyo.rasane wes gausah diraguno
Makanan khas Surabaya, lontong balap, cocok jika dinikmati di siang hari panas seperti saat ini. Kuahnya yang gurih segar dengan sayur taoge renyah bisa mengenyangkan perut. Pendamping minum es degan juga mampu memupus rasa haus.
Lontong balap Pak Gendut dapat menjadi jujugan. Tempat makan yang sudah sangat dikenal penyuka kuliner ini kini pindah ke Jl Moestopo, depan kantor PDAM Surabaya. Sebelumnya, lontong balap berkonsep pedagang kaki lima (PKL) ini berada di Jl Kranggan.
"Nenek yang mulai usaha lontong balap ini sejak 1956. Waktu itu masih dipikul keliling beberapa kampung," kata Aris Taufik Susanto, pengelola lontong balap Pak Gendut ini, Senin (29/10/2012).
Sampai sang nenek memutuskan untuk menetap berjualan di Jl Kranggan. Kemudian, usaha dilanjutkan Pak Gendut yang tak lain adalah ayah Aris.
"Memang selama ini kan makanan lontong balap khas dengan PKL. Maka, meskipun tempat baru ini berupa ruko tetapi kami mengonsepnya seperti warung sederhana," jelas Aris.
Harga tidak berubah, per porsi lontong balap Rp 10.000, sate kerang Rp 10.000, dan es degan Rp 5.000. Warung lontong balap Pak Gendut mulai buka hari ini sejak pukul 08.00 hingga 21.00 WIB.
Lontong balap Pak Gendut dapat menjadi jujugan. Tempat makan yang sudah sangat dikenal penyuka kuliner ini kini pindah ke Jl Moestopo, depan kantor PDAM Surabaya. Sebelumnya, lontong balap berkonsep pedagang kaki lima (PKL) ini berada di Jl Kranggan.
"Nenek yang mulai usaha lontong balap ini sejak 1956. Waktu itu masih dipikul keliling beberapa kampung," kata Aris Taufik Susanto, pengelola lontong balap Pak Gendut ini, Senin (29/10/2012).
Sampai sang nenek memutuskan untuk menetap berjualan di Jl Kranggan. Kemudian, usaha dilanjutkan Pak Gendut yang tak lain adalah ayah Aris.
"Memang selama ini kan makanan lontong balap khas dengan PKL. Maka, meskipun tempat baru ini berupa ruko tetapi kami mengonsepnya seperti warung sederhana," jelas Aris.
Harga tidak berubah, per porsi lontong balap Rp 10.000, sate kerang Rp 10.000, dan es degan Rp 5.000. Warung lontong balap Pak Gendut mulai buka hari ini sejak pukul 08.00 hingga 21.00 WIB.
source: www.lontong-balap.com
Jumat, 13 November 2015
Kuliner khas SUROBOYO
source: www.skyscrapercity.com
iki rek panganan khas suroboyo!,seng rasane sedep karo ngangeni.
Setelah dipetik, daun semanggi dibersihkan lalu direndam air panas selama beberapa saat. Dalam penyajiannya ia kemudian dipadukan dengan tauge yang juga sudah direbus. Semanggi bercampur tauge diletakkan di atas daun pisang yang sudah dibentuk segitiga, alias pincuk.
Semanggi tidak dimakan begitu saja. Ada bumbu cokelat kental yang dituangkan di atasnya. Bumbu itu dibuat khusus, merupakan perpaduan dari ketela, kacang tanah, dan gula merah.
Sekilas, sajian semanggi mirip dengan pecel madiun atau pecel sayur. Dedaunan yang disiram bumbu kecokelatan. Namun cita rasa semanggi jauh berbeda dari pecel. Bumbunya menciptakan rasa manis saat dicecap lidah. Bukan hanya manis gula merah, tetapi juga ketela rambat.
Biasanya, seperti pecel, bumbu itu dibuat padat. Saat disajikan, baru dicampur air sehingga lebih encer. Terkadang rasa dan teksturnya masih kental akan ketela atau ubi. Itu berpadu dengan gurih semanggi dan tauge.
Tidak cukup hanya daun semanggi, tauge, dan bumbu yang membuat makanan itu disukai. Semanggi juga biasanya disajikan dengan kerupuk puli, atau biasa disebut kerupuk gendar yang terbuat dari beras, berukuran besar juga membuat cita rasanya makin gurih.
Semanggi tidak bisa ditemui secara sembarangan di Surabaya. Ia tak dijual di pinggir-pinggir jalan, apalagi restoran pusat perbelanjaan. Biasanya penjual makanan tradisional itu keluar masuk kampung sembari menggendong bakul dagangannya dengan selembar kain selendang.
Si penjual pun penampilannya khas. Umumnya ibu-ibu, mengenakan busana tradisional berupa kebaya dan jarit. Sembari menjajakan makanannya mereka bersuara melengking meneriakkan semanggi. Terkadang ada yang mangkal, biasanya di pusat seperti Balai kota.
Namun jika kesusahan mencari semanggi, ada satu kampung di Surabaya yang dipenuhi penjual semanggi. Desa Kendung namanya. Ia berada di Benowo, wilayah pinggiran Surabaya yang dekat dengan Gresik. Di sana, sebagian warga merupakan pembudidaya tanaman semanggi. Sebagian lainnya merupakan penjual semanggi.
Mereka lah yang setiap pagi menyebar ke pelosok-pelosok Surabaya, menjajakan semanggi dengan busana khas dan suara melengkingnya. Sepincuk semanggi dijual dengan harga sangat murah, hanya sekitar lima ribu rupiah saja.Source: www.cnnindonesia.com
Langganan:
Komentar (Atom)



